Sabtu, 07 Januari 2012

UML

Unitifed Modelling Language ( UML ) adalah sebuah “ bahasa “ yang telah menjadi standar dalam industri untuk visualisasi, merancang dan mendokumentasikan pemodelan sistem pada sistem piranti lunak. Dengan adanya penggunaan UML seorang dapat membuat sebuah model dengan jenis aplikasi piranti lunak, dimana aplikasi tersebut dapat berjalan pada piranti keras / hardware maupun sistem operasi jaringan apapun. Tetapi dalam penggunaan UML ini lebih berkenaan dengan adanya penggunaan class dan operation dalam konsep dasarnya maka bahasa pemrograman yang baik digunakan adalah bahasa yang berorientasi dengan object yaitu seperti C++,  Java, C# atau VB.Net. Walaupun demikian, UML tetap dapat digunakan untuk modeling aplikasi prosedural dalan VB atau C.

UML terdiri atas elemen-elemen grafis yang digabungkan membentuk diagram. Tujuan representasi elemen-elemen grafis ke dalam diagram adalah untuk menyajikan beragam sudut pandang dari sebuah sistem yang berdasarkan fungsi masing-masing diagram tersebut. Diagram –diagram tersebut adalah sebagai berikut :
Structural Diagram :
·         Class diagram
·         Object diagram
·         Component diagram
·         Deployment diagram

Behavioral Diagram :
·         Use case diagram
·         Sequence diagram
·         Collaboration diagram
·         Statechart diagram
·         Activity diagram
Class Diagram  
Class diagram adalah sebuah spesifikasi yang jika diinstansiasi akan menghasilkan sebuah objek dan merupakan inti dari pengembangan dan desain berorientasi objek. Class menggambarkan keadaan ( atribut/property ) suatu system, sekaligus menawarkan layanan untuk memanipulasi keadaan tersebut ( metoda/fungsi ). 

Sebuah Class memiliki tiga area pokok :
1.      Nama, merupakan nama dari sebuah kelas
2.      Atribut, merupakan property dari sebuah kelas. Atribut melambangkan batas nilai yang mungkin ada pada objek dari class.
3.      Operasi, adalah sesuatu yang bisa dilakukan oleh sebuah class atau yang dapat dilakukan oleh class lain terhadap sebuah class.
          Atribut dan metoda dapat memiliki salah satu sifat berikut :
·         Private, tidak dapat dipanggil dari luar class yang bersangkutan.
·       Protected, hanya dapat dipanggil oleh class yang bersangkutan dan anak-anak yang mewarisinya.
·         Public, dapat dipanggil oleh siapa saja.
·         Package, hanya dapat dipanggil oleh instance sebuah class pada paket yang sama.

Object Diagram
Object diagram adalah diagram yang memberikan gambaran model instance-instance dari sebuah class. Diagram ini digunakan untuk menggambarkan sebuah system pada sebuah sudut pandang waktu tertentu. Dengan menggunakan digram ini anda dapat memeriksa keabsahan kelas-kelas diagram berikut aturan-aturan multiplisitasnya dengan “ real data” dan mengujinya dengan skenario-skenario tertentu.

Component Diagram
Component diagram mengandung komponen, interface dan relationship. Komponen diagram ini digunakan pada saat anda ingin memecah sistem menjadi komponen-komponen dan ingin menampilkan hubungan-hubungan mereka dengan antarmuka atau pemecahan komponen menjadi struktur yang lebih rendah. Secara umum dapat kita katakan bahwa component diagram kita gunakan untuk menjelaskan kebergantungan antar beragam komponen-komponen software seperti misalnya kebergantungan antar file-file executable dengan file-file sumbernya ( source file ) dll. 

Deployment Diagram
Deployment diagram menunjukkan tata letak sebuah sistem secara fisik, menampakan bagian-bagian software yang berjalan pada bagian-bagian hardware yang digunakan untuk mengimplementasikan sebuah sistem dan keterhubungan antara komponen-komponen hardware tersebut. Deployment diagram dapat digunakan pada bagian-bagian awal proses perancangan sistem untuk mendokumentasikan arsitektur fisik sebuah sistem. 

Use Case Diagram
Use case diagram mengidentifikasikan fungsionalitas yang dipunyai oleh sistem ( use-case ), user yang berinteraksi dengan sistem ( actor ) dan asosiasi/keterhubungan antara user dengan fungsional sistem.

Berbicara mengenai use case diagram tidak akan terlepas dengan hal yang disebut stereotype. Stereotype adalah sebuah model khusus yang terbatas untuk kondisi tertentu. Untuk menunjukan stereotype digunakan simbol “ << “ diawalnya dan di tutup dengan “ >>” di akhirnya.

Terdapat  2 Stereotype paling sering digunakan dalam use case diagram yaitu <<extend>> dan <<include>>. <<extend>> digunakan untuk menunjukan bahwa satu use case merupakan tambahan fungsional dari use case yang lain jika kondisi atau syarat tertentu dipenuhi. Sedangkan <<include>> digunakan untuk menggambarkan bahwa suatu use case seluruhnya merupakan fungsionalitas dari use case lainnya
  
 
Collaboration Diagram
            Collaboration diagram menggunakan prinsip yang sama dengan sequence diagram, sama-sama memodelkan interaksi antar objek-objek, yang membedakannya hanya cara penggambarannya saja. Pada Collaboration Diagram ini, objek - objek dan message ( pesan ) yang ada digambarkan mirip seperti flowchart, hanya saja untuk menjaga urutan pesan yang diterima oleh masing-masing obyek, pesan-pesan tersebut diberi nomor urut pesan.

Statechart Diagram
            Statechart diagram, atau yang biasa disebut state diagram digunakan untuk mendokumentasikan beragam kondisi/keadaan yang bisa terjadi terhadap sebuah class dan kegiatan apa saja yang dapat merubah kondisi/keadaan tersebut. 

Activity Diagram
            Activity diagram digunakan untuk mendokumentasikan alur kerja pada sebuah sistem. Pada dasarnya, activity diagram merupakan variasi dari statechart diagram. Activity diagram mempunyai peran seperti halnya flowchart, akan tetapi bedanya dengan flowchart adalah activity diagram bisa mendukung perilaku parallel sedangkan flowchart tidak bisa.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar